Journal list


Volume List
Search By : Author Keyword Publication Date Volume

Page  < 1 2 3 4 5 >  Last ›

TRANSFORMATIONAL RECTOR LEADERSHIP IN BUILDING ORGANIZATIONAL COMMITMENT AND COMPENSATION TOWARDS JOB SATISFACTION OF NON-LECTURER STAFF (EDUCATION STAFF)

A.A.Anwar Prabu Mangkunegara

Volume : Vol 7 Issue 3, 2019

Publication Date : 2019-11-25

SAPJ Code : 0, 0, 0

Keywords : Transformational Leadership, Organizational Commitment, Compensation, Job Satisfaction

Abstract : The research is focused on applied model of Job Satisfaction. It finds out the influence of transformational leadership, organizational commitment and compensation towards Job Satisfaction in Mercu Buana University. The research approach used is quantitative approach with explanatory survey method (questionnaire). Research data is analyzed descriptively using inferential statistics with regressions. The subjects of this research are human resources (107 Education staff employees). The result of the research shows that transformational leadership, organizational commitment and compensation have thoroughly significant and positive (53.2%) influence on Job Satisfaction. The research result shows that transformational leadership influence significantly (30.4%) towards job satisfaction. There is significant influence of organizational commitment (16.5%) towards job satisfaction. there is significant influence of compensation (80.2%) towards job satisfaction. When those variables are combined or applied well by the Mercu Buana University, there will be an increase on job satisfaction. Employees who are engaged will do their tasks better than those who are not engaged, so employees’ productivity will improve, resulting in the increased performance of the Mercu Buana University as well.Therefore, Rector of Mercu Buana University has made program and strategy plan for the future which are also must address issues in higher education, i.e. global (competitiveness & professionalism, international standardization, and networking/linkage), national (job satisfaction for employees in order to create commitment organizational, compensation and achieving job performance) level.

Download Hit : 315

More Info | Full Paper


ON THE JOB TRAINING DESIGN IN IMPROVING PERFORMANCE AT 4.0 ERA: STUDY ON AUTOMOTIVE INDUSTRY IN INDONESIA

Arbania Fitriani

Volume : Vol 7 Issue 3, 2019

Publication Date : 2019-11-25

SAPJ Code : 0, 0, 0

Keywords : Training, On the Job Training, Performance, Employee

Abstract : At 4.0 era of industrial revolution, training’s role becomes more important for organizations because it will increase effectiveness and efficiency not only for individuals but for organizations. Many things affect performance, but the most important factor in improving performance is training. This study aims to evaluate On the Job Training design implementation at PT YXZ and see how the variables in the OJT design contribute to improving employee performance. Sampling technique method is probability random sampling with the Slovin formula according to the number of employees of each unit. The population in this study were all permanent employees with a total of 1,665. Samples were taken from various positions and tenure. The number of samples obtained was 323 employees. The results of the validity and reliability test are known that the Cronbach’s Alpha value of each indicator is above 0.9 so it can be said that all indicators have a very good level of reliability. The Pearson Product Moment correlation value is above 0.8 so that the measuring instrument is considered valid. Based on the results of the frequency distribution, it was found that according to OJT, 70.51% respondents had been implemented quite well. The results of the simultaneous regression test resulted in a Pvalue = 0.000 (P< 0.05) which means that Ho was rejected and Ha was accepted. The value of how much influence the overall indicator on the effectiveness of OJT is displayed in the regression model as follows, OJT Factor Value = 2,422 + 0.015 (total value of OJT Implementation items). The results of this study prove that the design model in OJT have a significant influence in to performance

Download Hit : 94

More Info | Full Paper


ROLE OF WORK-FAMILY CONFLICT AND WORKPLACE SPIRITUALITY IN PREDICTING ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR AMONG TEACHERS?

Puput Melati, Amy Mardhatillah, & Setiawati Intan Savitri

Volume : Vol 7 Issue 3, 2019

Publication Date : 2019-11-25

SAPJ Code : 0, 0, 0

Keywords : Work-Family Conflict, Workplace Spiritualiy, Organizational Citizenship Behavior

Abstract : The aim of this study to examine the role of Work-Family Conflict (WFC) and Workplace Spirituality in predicting Organizational Citizenship Behavior (OCB). 121 teachers participated in this research.Instruments used in this study are OCB (Podsakof, 1980), Work Family Conflict Scale (Carlson et al, 2000) and Wokplace Spiritulity Scale ( Asmos & Dunchon, 2000). Multiple regression analysis is used to analyzed the data. Results indicated that WorkFamily Conflict and Workplace Spirituality predict OCB with value R2 = 40.2%, F (2.97), 32.652, P <0.01, in which 40.2% OCB predicted by WorkFamily Conflict and Workplace Spirituality, while 59.8% influenced by other factors . Result shows that, WFC negatively corelate with OCB and Workplace Spirituality shows greater correlation in predicting OCB in compare to WFC. Kindergarten teacher show highest OCB and workplace spirituality in compare to elementary and junior high school teachers. However, there is no significant different in term of WFC across demographic. Therefore, schools are expected to create policies and intervention programs that can reduce Work-Family Conflict and improve Workplace Spirituality to promote a better Organizational Citizenship Behavior among teachers.

Download Hit : 221

More Info | Full Paper


PENGARUH KESULITAN EKONOMI, KEPUASAN PERKAHWINAN DAN KEAGAMAAN KE ATAS KEBAHAGIAAN

Muhammad Idris Bullare @ Bahari & Ra’idatun Adilah Binti Nor Zaman

Volume : Vol 7 Issue 2, 2019

Publication Date : 2019-11-19

SAPJ Code : 2020, 5020, 5110

Keywords : Kesulitan ekonomi,kepuasan perkahwinan,keagamaan,kebahagiaan

Abstract :

Kajian ini bertujuan menguji hubungan di antara kesulitan ekonomi, kepuasan perkahwinan dan keagamaan dengan kebahagiaan. Kajian ini melibatkan responden seramai 166 orang yang terdiri daripada 59 orang lelaki dan 107 orang perempuan. Tinjauan kajian dijalankan secara bersemuka dan atas talian. Kajian ini menggunakan analisis korelasi Pearson bagi mengukur hubungan di antara kesulitan ekonomi, kepuasan perkahwinan dan keagamaan dengan kebahagiaan dalam kalangan masyarakat di Sabah. Manakala, analisis regresi pelbagai pula bertujuan mengukur pengaruh di antara kesulitan ekonomi, kepuasan perkahwinan dan keagamaan terhadap kebahagiaan dalam kalangan masyarakat di Sabah. Hasil kajian menunjukkan hubungan yang signifikan antara kesulitan ekonomi, kepuasan perkahwinan dan keagamaan dengan kebahagiaan. Selain itu, hasil kajian membuktikan bahawa ketiga-tiga pembolehubah bebas boleh menerangkan secara signifikan sebanyak 23.7% daripada varians dalam kebahagiaan. Kajian ini mendapati kebahagiaan merupakan pengaruh yang utama ke atas kepuasan perkahwinan. Implikasi dan cadangan kajian turut dibincangkan.

Download Hit : 208

More Info | Full Paper


GAMBARAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING BEING GENERASI MILENIAL PENGGUNA MEDIA DIGITAL DI JAKARTA SELATAN

Laila Meiliyandrie Indah Wardani, Sri Wahyuning Astuti

Volume : Vol 7 Issue 2, 2019

Publication Date : 2019-11-19

SAPJ Code : 2070, 2070, 2070

Keywords : Psychological Well Being, generasi milenium, Media digital

Abstract : Indonesia merupakan sebuah negara yang sedang mengalami bonus demografi dengan populasi generasi milenium yang tinggi, iaitu lebih separuh daripada jumlah penduduk yang berjumlah seramai 264 juta orang. Jumlah penduduk generasi milenium yang tinggi telah mendorong semua dasar negara yang digubal harus menampung minat golongan ini. Oleh itu, banyak kajian telah dilakukan untuk mengetahui ciri-ciri generasi milenium di Indonesia, terutamanya berkaitan dengan kesejahteraan psikologi mereka. Kesejahteraan psikologi tidak hanya mencakupi kesejahteraan psikologi seseorang bahkan turut merangkumi kebolehan seseorang memahami pencapaian kehidupan masa kini. Makna kehidupan hari ini banyak dipengaruhi oleh pendedahan media digital. Generasi milenium yang dibesarkan dengan dunia digital tentunya mempunyai perubahan dalam makna kehidupan mereka. Kajian ini akan cuba mencari gambaran kesejahteraan psikologi generasi milenium pengguna media digital. Subjek dalam kajian ini ialah generasi milenium di daerah Jakarta Selatan yang berumur 15-19 tahun. Data diambil menggunakan Skala Pergokian Psikologi yang terdiri daripada 54 item oleh Ryff dan intensiti penggunaan media digital (telefon pintar). Penganalisisan data kajian ini menggunakan Ujian Korelasi untuk melihat hubungan antara kedua-dua pemboleh ubah dan untuk mengetahui dimensi setiap hubungan penyelidikan.

Download Hit : 446

More Info | Full Paper


KEPIMPINAN PENGAJARAN GURU BESAR, KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU, KOMPETENSI PERIBADI GURU DAN HUBUNGANNYA DENGAN EFIKASI PENGAJARAN GURU SEKOLAH RENDAH DI ZON PEDALAMAN SABAH

Serirama Ebbie, Roslee Bin Talip, Dayang Norizah Ag Kiflee@Dzulkifli

Volume : Vol 7 Issue 2, 2019

Publication Date : 2019-11-19

SAPJ Code : 0, 0, 0

Keywords : Sekolah Rendah, Zon Pedalaman, Kepimpinan Pengajaran Guru Besar, Kompetensi Profesionalisme, Kompetensi Peribadi Dan Efikasi Pengajaran

Abstract : Kajian ini bertujuan untuk menentukan hubungan kepimpinan pengajaran guru besar, kompetensi profesionalisme guru dan kompetensi peribadi guru terhadap efikasi pengajaran guru bagi guru-guru sekolah rendah di zon Pedalaman, Sabah. Kajian ini melibatkan 361 responden yang terdiri daripada guru-guru sekolah rendah di zon Pedalaman, Sabah. Pemboleh ubah kajian telah diuji dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensi yang melibatkan skor min, sisihan piawai dan korelasi Pearson. Instrumen yang digunakan dalam kajian adalah soal selidik yang diadaptasi daripada Principal Instructional Management Rating Scale (PIMRS), Standard Guru Malaysia (SGM) dan Teacher Efficacy Scale (TES) bagi mengumpul data daripada 361 responden yang telah melengkapkan borang soal selidik, daripada 54 buah sekolah rendah yang melibatkan tujuh daerah di zon Pedalaman, Sabah. Persampelan secara rawak digunakan dalam pemilihan responden dalam kalangan guru manakala persampelan bertujuan digunakan bagi menentukan bilangan sekolah yang mewakili setiap daerah seperti yang telah ditetapkan. Statistik deskriptif dan inferensi telah digunakan bagi menghuraikan dapatan kajian. Dapatan kajian menunjukkan bahawa tahap kepimpinan pengajaran guru besar (Min = 4.52; SP = 0.313) pada tahap sangat tinggi, kompetensi profesionalisme guru (Min = 4.41; SP = 0.295) juga pada tahap sangat tinggi dan kompetensi peribadi guru (Min = 4.47; SP = 0.366) juga berada pada tahap sangat tinggi manakala efikasi pengajaran guru (Min = 3.96; SP = 0.358) berada pada tahap tinggi. Data inferensi dianalisis menggunakan Korelasi Pearson. Analisis Korelasi Pearson mendapati hubungan yang signifikan pada aras sederhana kuat antara kepimpinan pengajaran guru besar dengan efikasi pengajaran guru (r=.514), hubungan yang signifikan pada aras kuat antara kompetensi profesionalisme guru dengan efikasi pengajaran guru (r=.790) dan hubungan yang signifikan pada aras kuat bagi kompetensi peribadi guru dengan efikasi pengajaran guru (r=.806).

Download Hit : 421

More Info | Full Paper


POLA MINAT KERJAYA DAN PENYESUAIAN KERJAYA PELATIH KOR SUKARELAWAN POLIS SISWA/I DI UNIVERSITI AWAM

Maisarah Mohd Wahed, Mohd Izwan Mahmud, & Siti Hashimah Ghazali

Volume : Vol 7 Issue 2, 2019

Publication Date : 2019-11-19

SAPJ Code : 0, 0, 0

Keywords : Minat Kerjaya, Penyesuaian Kerjaya, Pelatih, Kor SUKSIS, Polis DiRaja Malaysia

Abstract : Pemilihan kerjaya yang selari dengan minat kerjaya mampu memberikan penyesuaian kerjaya yang baik pada masa hadapan. Penyesuaian kerjaya melibatkan keupayaan individu berkaitan dengan cakna diri (concern), kawalan diri (control), sifat ingin tahu (curiosity) dan keyakinan diri (confidence). Kajian ini bertujuan untuk mengenal pasti pola minat kerjaya dan penyesuaian kerjaya pelatih Kor Sukarelawan Polis Siswa/i (SUKSIS) di sebuah Universiti Awam di Malaysia. Kajian ini menggunakan reka bentuk kajian deskriptif iaitu analisis yang digunakan adalah Min, sisihan piawai, peratus dan kekerapan. Sampel kajian ini terdiri daripada 102 orang pelatih Kor SUKSIS di sebuah Universiti Awam di Selangor. Instrumen kajian yang digunakan untuk mengukur pola minat kerjaya adalah Vocational Preference Inventory (VPI). Manakala, bagi penyesuaian kerjaya instrumen yang digunakan adalah Career Adapt Ability Scale (CAAS). Data dianalisis menggunakan perisian Statistical Package for Social Sciences (SPSS) versi 23.0. Keputusan kajian mendapati majoriti responden mempunyai minat kerjaya dominan bagi kategori Sosial (S), Investigatif (I) dan Enterprising(E). Walaubagaimanapun, terdapat perbezaan minat kerjaya antara jantina perempuan dan lelaki di mana lelaki lebih dominan kepada Sosial (S), Enterprising (E) dan Investigatif (I). Manakala perempuan lebih dominan kepada Sosial (S), Investigatif (I) dan Konvensional (K). Di samping itu, tahap penyesuaian kerjaya responden berada pada tahap sederhana dan tinggi. Namun begitu, terdapat segelintir pelajar berada di tahap yang rendah. Kajian ini memberi implikasi kepada pihak pengurusan Kor SUKSIS terhadap cara pengambilan dan pemilihan pelatih yang memiliki tret personaliti yang lebih sesuai dan diperlukan untuk menjadi seorang anggota Polis DiRaja Malaysia. Cadangan kajian susulan hendaklah menjalankan kajian berbentuk kualitatif bagi memahami faktor yang mempengaruhi minat pelajar dalam persatuan badan beruniform.

Download Hit : 639

More Info | Full Paper


HARAPAN IBU BAPA TERHADAP ANAK BERKEPERLUAN KHAS DI SARAWAK

Dayang Dayana Abg Abd Nasir, & Ahmad Zamri Mansor

Volume : Vol 7 Issue 2, 2019

Publication Date : 2019-11-19

SAPJ Code : 0, 0, 0

Keywords : Harapan, Ibu Bapa, Anak Berkeperluan Khas, Sarawak

Abstract : Sejak daripada anak di diagnosis dengan keperluan khas sama ada fizikal, pendengaran, dan pembelajaran, pelbagai inisiatif telah diambil ibu bapa bagi membantu perkembangan anak mereka agar dapat membesar dengan baik bagi memenuhi harapan ibu bapa terhadap anak, terutamanya harapan agar anak boleh berdikari tanpa bantuan penuh daripada individu lain. Kajian ini bertujuan untuk (1) mengenalpasti harapan ibu bapa terhadap masa depan anak berkeperluan khas dan (2) mengenalpasti faktor yang mempengaruhi harapan ibu bapa. Kajian kualitatif ini mengumpul data melalui temu bual. Informan kajian merupakan 7 orang ibu dan seorang bapa kepada anak yang terlibat dalam Program Transisi ke Kerjaya Individu Berkeperluan Khas. Anak-anak mereka terdiri daripada keperluan khas fizikal, keperluan khas pendengaran, dan keperluan khas pembelajaran. Hasil temu bual mendapati harapan ibu bapa terdiri daripada 4 tema iaitu harapan terhadap diri anak, harapan terhadap pendidikan anak, harapan terhadap kerjaya anak, dan harapan terhadap hubungan anak dengan individu sekeliling. Faktor yang mempengaruhi harapan ibu bapa pula terdiri daripada 3 tema iaitu lokaliti, sosioekonomi ibu bapa, dan pengetahuan ibu bapa tentang kemudahan yang ada untuk individu berkeperluan khas. Melalui dapatan kajian ini, adalah dicadangkan agar ibu bapa berkolaborasi dengan ahli profesional pelbagai disiplin dalam merancang masa hadapan anak yang realistik bersesuaian dengan keadaan anak dan keperluan pasaran kerja semasa.

Download Hit : 412

More Info | Full Paper


HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN KERJAYA DAN SOKONGAN SOSIAL DALAM KALANGAN GURU PELATIH DI SEBUAH UNIVERSITI AWAM

Siti Hashimah Ghazali, Mohd Izwan Mahmud & Maisarah Mohd Wahed

Volume : Vol 7 Issue 2, 2019

Publication Date : 2019-11-19

SAPJ Code : 0, 0, 0

Keywords : Penyesuaian Kerjaya, Sokongan Sosial (Rakan, Keluarga, Dan Individu Signifikan), Guru Pelatih, Universiti Awam

Abstract : Penyesuaian kerjaya merupakan suatu proses yang perlu dilalui oleh setiap individu merangkumi sikap, kompetensi dan tingkah laku yang digunakan oleh individu bagi menyesuaikan diri dalam persekitaran pekerjaan. Sokongan sosial pula adalah sokongan dari keluarga, rakan dan individu signifikan yang menyumbang kepada kesejahteran diri dalam proses membuat penyesuian kerjaya. Kajian ini bertujuan untuk mengenal pasti tahap dan hubungan antara penyesuaian kerjaya dan sokongan sosial guru pelatih. Kajian ini menggunakan reka bentuk jenis deskriptif dan korelasi bagi mengukur tahap dan hubungan antara pemboleh ubah tersebut. Seramai 83 orang guru pelatih di sebuah universiti awam yang sedang dalam persediaan untuk menjalani internship terlibat sebagai responden kajian. Instrumen yang digunakan adalah Career Adapt Ability Scale (CAAS) bagi mengukur penyesuaian kerjaya dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur sokongan sosial. Statistik yang digunakan untuk menjawab objektif adalah secara deskriptif (Min, sisihan piawai, peratus dan kekerapan), dan inferensi (Pearson Corelation). Dapatan kajian mendapati secara keseluruhannya penyesuaian kerjaya dan sokongan sosial dalam kalangan guru pelatih berada di tahap yang tinggi. Keputusan kajian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara penyesuaian dan sokongan rakan r = .216, p < .05. Bagaimana pun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penyesuaian kerjaya dengan sokongan keluarga r = .127, p > .05. dan sokongan individu signifikan, r = .048, p > .05. Kajian ini memberi implikasi terhadap peranan kaunselor dalam membangunkan program kerjaya pelajar dari aspek penyesuaian dan sokongan sosial. Cadangan kajian ini adalah (i) kaunselor perlu mengetahui dan berkemahiran dalam penggunaan sesuatu instrumen; dan (ii) kajian lanjutan hendaklah memberi tumpuan kajian berbentuk eksperimen bagi mengukur kesan terhadap sesuatu program kerjaya yang dilaksanakan.

Download Hit : 340

More Info | Full Paper


PENDEKATAN KAUNSELING KELOMPOK UNTUK MENGURUS EMOSI DALAM KALANGAN REMAJA PEREMPUAN SEKOLAH AGAMA

Ummur Radhiah Hussin, Zuria Mahmud, Siti Suria Bahrudin, Siti Noraisah Mokhtar, & Siti Rokiah Tharin

Volume : Vol 7 Issue 2, 2019

Publication Date : 2019-11-19

SAPJ Code : 0, 0, 0

Keywords : Kaunseling Kelompok, Psikopendidikan, Modul Pengurusan Emosi, Pengetahuan Emosi Diri, Kemahiran Mengawal Emosi

Abstract : Emosi yang tidak diurus dengan baik boleh menyebabkan pelajar mengalami masalah untuk memberi fokus kepada akademik dan mengalami masalah perhubungan dengan rakan-rakan. Artikel ini melaporkan satu pendekatan kaunseling psikopendidikan yang dilaksanakan bertujuan membantu pelajar meningkatkan tahap pengetahuan dan kemahiran mengawal emosi diri dengan cara yang lebih berkesan. Kajian kes ini menggunakan pendekatan kualitatif. Peserta kelompok terdiri daripada 19 orang pelajar perempuan tingkatan empat di sebuah sekolah menengah agama. Sebanyak lima sesi kaunseling kelompok pengurusan emosi telah dijalankan secara bersemuka bersama dengan fasilitator dari Program Sarjana Pendidikan Bimbingan dan Kaunseling. Setiap sesi mengambil masa selama 40 hingga 45 minit. Sesi kelompok ini melibatkan pelbagai aktiviti seperti kaunseling kelompok, melukis, menjawab senarai semak kestabilan emosi dan aktiviti menggunakan belon. Dapatan kajian menunjukkan kaunseling kelompok psikopendidikan ini memberi impak yang positif dalam membantu mereka mengurus dan mengawal emosi sendiri. Kajian ini menyokong penggunaan aktiviti psikopendidikan kelompok oleh kaunselor dalam menyediakan program yang berkualiti untuk kesejahteraan psikologi remaja.

Download Hit : 3232

More Info | Full Paper



Page  < 1 2 3 4 5 >  Last ›

**JavaScript is disabled. The site is not able to function properly without the browser having JavaScript enabled.
How to Enable JavaScript in Your Browser .**